MAGETAN(LAWUTV.COM) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Magetan. Salah satu guru SMKN 1 Bendo...
MAGETAN(LAWUTV.COM) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Magetan. Salah satu guru SMKN 1 Bendo Magetan, Pujirianto, S.Pd., M.Pd., berhasil lolos mengikuti Program Magang Luar Negeri Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun 2026 di Festo Didactic SE, Jerman.( 25/7/26)
Keberhasilan guru Konsentrasi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) tersebut menjadi bukti bahwa guru Indonesia, khususnya dari Magetan, mampu bersaing dan dipercaya mengikuti program peningkatan kompetensi bertaraf internasional.
Program magang ini diharapkan mampu memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi teknologi industri, serta membawa pengalaman baru yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di SMKN 1 Bendo. Dengan demikian, kualitas lulusan pendidikan vokasi semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja global.
Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi para guru lain untuk terus mengembangkan diri melalui berbagai program peningkatan kompetensi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semangat belajar sepanjang hayat menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu mencetak generasi unggul.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, S.Pd.,M.Pd.memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih guru SMKN 1 Bendo tersebut.
"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Pujirianto yang telah dipercaya mengikuti Program Magang Luar Negeri Kemendikdasmen di Jerman. Prestasi ini bukan hanya mengharumkan nama SMKN 1 Bendo, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Magetan, Jawa Timur, bahkan Indonesia di tingkat internasional. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo akan terus mendukung berbagai program yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengangkat nama sekolah, daerah, dan negara melalui prestasi para guru maupun peserta didik," ujar Maskun.
Keikutsertaan guru dalam program internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan vokasi yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global. Pengalaman yang diperoleh selama magang di Jerman diharapkan dapat ditularkan kepada rekan-rekan guru serta peserta didik, sehingga mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih relevan dengan dunia kerja.
Prestasi Pujirianto menjadi bukti bahwa dedikasi, semangat belajar, dan kemauan untuk terus berkembang akan membuka peluang menuju panggung internasional. Harapannya, semakin banyak guru di Magetan yang mengikuti jejak serupa sehingga kualitas pendidikan daerah terus meningkat dan mampu mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global.( Goes)
COMMENTS