Jangan Tunggu Gelap Datang, Waspadai Retinopati Diabetik Sejak Dini
MAGETANLAWUTV.COM - Diabetes melitus selama ini kerap dipahami masyarakat hanya sebagai penyakit yang berkaitan dengan kadar gula darah. Padahal, dampak yang ditimbulkan jauh lebih luas dan dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk mata. (4/6/26)
Salah satu komplikasi yang paling berbahaya adalah retinopati diabetik, kondisi kerusakan pembuluh darah pada retina yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen.
Yang perlu menjadi perhatian, retinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Banyak penderita diabetes merasa kondisi matanya baik-baik saja, padahal kerusakan pada retina sudah mulai terjadi secara perlahan. Karena itulah, pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah yang sangat penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini sebelum terlambat.
Pernyataan Aishah Sugianti mengenai pentingnya skrining retinopati diabetik patut mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Upaya deteksi dini melalui layanan kesehatan dasar harus terus diperkuat agar masyarakat, khususnya penderita diabetes, dapat memperoleh akses pemeriksaan yang mudah dan terjangkau. Dengan demikian, risiko kebutaan akibat komplikasi diabetes dapat ditekan semaksimal mungkin.
Edukasi kepada masyarakat juga harus terus digencarkan. Kesadaran bahwa diabetes bukan sekadar penyakit gula darah perlu ditanamkan sejak awal. Pola hidup sehat, pengendalian kadar gula darah, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan kunci utama dalam mencegah berbagai komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita.
Di Kabupaten Magetan, langkah preventif ini menjadi semakin penting mengingat jumlah penderita diabetes yang terus meningkat setiap tahun. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun budaya deteksi dini dan pencegahan.
Jangan menunggu penglihatan mulai kabur atau gangguan mata muncul.
Kesehatan mata adalah investasi berharga yang harus dijaga sejak sekarang. Dengan pemeriksaan rutin dan kesadaran yang lebih baik, ancaman kebutaan akibat retinopati diabetik dapat dicegah, sehingga masyarakat tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.( Gus )

Tidak ada komentar