Sinergi Bapanas, Pemkab Magetan dan Bulog Diharapkan Perkuat Ketahanan Peternak
LAWUTVMAGETAN – Kehadiran Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kabupaten Magetan membawa angin segar bagi para peternak unggas. Di tengah tingginya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak, langkah pemerintah pusat bersama Pemkab Magetan dan dukungan Bulog diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Program penguatan pasokan jagung ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk para peternak yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pakan.
Direktur SPHP, Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah melalui skema distribusi jagung ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan peternak tetap terpenuhi.
“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada peternak agar mendapatkan akses jagung dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap distribusi berjalan lancar dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para peternak di daerah,” ujar Maino Dwi Hartono
Menurutnya, stabilitas harga jagung menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan sektor peternakan, khususnya peternak rakyat yang sangat bergantung pada harga pakan.
Sementara itu, Bupati Magetan juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Bapanas dan Bulog dalam membantu peternak di wilayahnya. Menurutnya, langkah ini sangat membantu karena mampu memberikan kepastian harga jagung yang lebih stabil dibanding harga pasar.
“Kami sangat terbantu dengan hadirnya Bapanas bersama Bulog. Saat ini harga jagung dari Bulog bisa dipatok sekitar Rp5.000 per kilogram, sedangkan melalui koperasi paling tinggi Rp5.500. Ini tentu sangat membantu para peternak karena harga menjadi lebih terjangkau,” ungkap Bupati Magetan.
Ketua Asosiasi Pinsar Magetan, Surohman, juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi peternak di Magetan. Menurutnya, turunnya Bapanas langsung ke lapangan menjadi bukti bahwa pemerintah mulai mendengar kesulitan yang selama ini dirasakan peternak.
“Kami merasa sangat terbantu dengan turunnya Bapanas ke Magetan. Selama ini peternak memang berharap ada perhatian serius terkait harga jagung yang terus naik. Dengan adanya dukungan pemerintah bersama Bulog ini, kami berharap para peternak bisa lebih tenang dalam menjalankan usaha,” ujar Surohman.
Ia juga berharap program tersebut tidak hanya berjalan dalam waktu singkat, tetapi benar-benar berkelanjutan hingga akhir tahun sehingga para peternak memiliki kepastian pasokan dan harga.
Selain persoalan jagung, para peternak juga berharap pemerintah turut membantu mengatasi persoalan menumpuknya stok telur di gudang-gudang peternak akibat lemahnya serapan pasar. Kondisi tersebut membuat harga telur sering jatuh di bawah biaya produksi dan semakin memberatkan peternak rakyat.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, koperasi, dan para peternak, diharapkan sektor peternakan di Magetan dapat lebih kuat menghadapi tantangan ekonomi dan fluktuasi harga pasar.( Gus )

Tidak ada komentar