• Breaking News

    Bapanas Hadir di Magetan, Membuka Harapan Stabilitas Harga Jagung dan Perlindungan Peternak


    LAWUTVMAGETAN - Kedatangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) ke Kabupaten Magetan membawa harapan besar bagi para peternak unggas. Di tengah tingginya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak, kehadiran pemerintah pusat bersama Pemkab Magetan dan dukungan Bulog dianggap sebagai langkah positif yang sudah lama dinantikan peternak.( 9/5/26)

    Selama beberapa bulan terakhir, para peternak ayam petelur maupun pedaging menghadapi tekanan berat. Harga jagung terus bergerak naik, sementara harga hasil ternak sering tidak stabil. Kondisi ini membuat margin keuntungan peternak semakin menipis, bahkan tidak sedikit yang hanya bertahan agar usaha tetap berjalan.

    Program bantuan dan intervensi pasokan jagung yang dibawa Bapanas tentu patut diapresiasi. Apalagi jika Bulog benar-benar mampu menjaga distribusi dan ketersediaan jagung dengan harga yang lebih terjangkau. Namun pertanyaan besarnya adalah, apakah program ini benar-benar mampu bertahan hingga akhir tahun?

    Peternak tentu tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat yang hanya menenangkan kondisi pasar sementara. Yang mereka harapkan adalah kepastian pasokan dan stabilitas harga secara berkelanjutan. Sebab persoalan utama peternakan bukan hanya pada mahalnya jagung dalam satu atau dua bulan, melainkan ketidakpastian yang terus berulang setiap tahun.

    Jika pemerintah serius ingin melindungi peternak rakyat, maka kebijakan pengendalian harga jagung harus memiliki skema jangka panjang. Distribusi jagung melalui Bulog harus benar-benar tepat sasaran dan tidak berhenti di tahap seremonial semata. Pengawasan distribusi juga harus ketat agar harga di tingkat peternak tidak kembali melambung akibat permainan pasar.

    Selain persoalan jagung, masalah lain yang kini menghantui peternak adalah menumpuknya stok telur di gudang-gudang peternak. Produksi telur yang tinggi tidak diimbangi dengan penyerapan pasar yang maksimal. Akibatnya harga telur di tingkat peternak sering jatuh di bawah biaya produksi.

    Inilah pekerjaan rumah besar yang harus dijawab bersama oleh Bapanas, Pemkab Magetan, dan Bulog. Menekan harga jagung saja belum cukup jika pemerintah belum mampu membantu stabilisasi harga hasil ternak. Peternak membutuhkan solusi menyeluruh dari hulu hingga hilir.
    Pemerintah daerah juga diharapkan tidak hanya menjadi fasilitator kegiatan kunjungan, tetapi benar-benar aktif memperjuangkan kepentingan peternak lokal. Momentum kedatangan Bappenas harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi keberlangsungan usaha peternakan rakyat di Magetan.

    Kini para peternak menunggu bukti nyata. Apakah program ini akan menjadi awal perbaikan ekosistem peternakan yang lebih sehat, atau hanya menjadi kabar baik sesaat yang perlahan menghilang ketika perhatian publik mulai reda. Waktu yang akan menjawabnya.( RED )


    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad