Setahun Kepemimpinan Bupati Magetan, Infrastruktur hingga Pelayanan Publik Mulai Dirasakan Masyarakat
LAWUTV.COM MAGETAN – Satu tahun kepemimpinan Bupati Magetan mulai menunjukkan sejumlah perubahan di berbagai sektor pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Magetan melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus menggulirkan berbagai program pembangunan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, penanganan banjir, penerangan jalan umum, pengelolaan lingkungan, hingga bantuan sosial berbasis masyarakat.(25/5/26)
Di sektor infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi salah satu OPD yang paling banyak mendapat perhatian masyarakat. Selama setahun terakhir, penanganan jalan rusak dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah, baik jalan protokol maupun jalan penghubung antar kecamatan dan desa.
Selain perbaikan jalan, Dinas PUPR juga aktif melakukan normalisasi sungai dan drainase guna mengurangi potensi banjir saat musim penghujan. Upaya tersebut dinilai membantu memperlancar aliran air di sejumlah titik rawan genangan.
“Penanganan infrastruktur memang belum bisa selesai sekaligus, namun masyarakat mulai merasakan adanya perbaikan dan respons cepat terhadap kerusakan jalan maupun saluran air,” ujar salah satu warga Magetan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan turut memperkuat pelayanan di bidang transportasi dan keselamatan jalan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Magetan, Dishub telah menambah sebanyak 206 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru pada Desember 2025 yang tersebar di Kecamatan Magetan, Panekan, Takeran, Parang, Poncol, dan Nguntoronadi.
Selain itu, Dishub juga memasang traffic light di wilayah Takeran guna mendukung kelancaran dan ketertiban arus lalu lintas. Pada April 2026, Dishub membangun lampu pedestrian di depan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus Magetan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki.
Tak hanya pembangunan fisik, Dishub Magetan juga menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui program Uji KIR Drive Thru. Inovasi tersebut bertujuan memberikan kemudahan, kecepatan, serta transparansi dalam proses pengujian kendaraan bermotor.
Program-program tersebut mendapat apresiasi masyarakat karena dinilai meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Di bidang lingkungan hidup, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis desa. Edukasi pengurangan sampah rumah tangga hingga pengolahan sampah mandiri terus digerakkan di berbagai wilayah.
Selain itu, Gerakan Asri yang terus digaungkan Pemkab Magetan menjadi salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.
“Gerakan Asri ini menjadi langkah positif agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan mulai dari tingkat RT dan desa,” kata warga lainnya.
Di sektor perumahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mulai menggulirkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian yang lebih layak dan sehat.
Sejumlah penerima bantuan mengaku bersyukur karena program RTLH mampu memperbaiki kondisi rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) turut menjalankan program bantuan untuk RT dengan nominal sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta, yang dalam proses pencairan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan lingkungan, fasilitas masyarakat, hingga kebutuhan sosial kemasyarakatan lainnya.
Dengan berbagai program yang mulai berjalan selama satu tahun terakhir, masyarakat berharap pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Magetan dapat terus ditingkatkan secara merata hingga pelosok desa. (Gus)

Tidak ada komentar