• Breaking News

    Peringati Hardiknas, 60 Persen Lulusan SMK PGRI 1 Magetan Langsung Terserap Dunia Kerja


    MAGETANLAWUTV – Pagi itu, halaman SMK PGRI 1 Magetan terasa berbeda. Balutan lurik dan beragam busana adat yang dikenakan ratusan siswa dan guru menghadirkan suasana hangat sekaligus khidmat dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5/2026). Di balik kesederhanaan itu, tersimpan makna mendalam tentang jati diri, budaya, dan harapan masa depan.

    Upacara yang berlangsung tertib tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan. Bagi keluarga besar SMK PGRI 1 Magetan, momen ini menjadi titik temu antara rasa syukur, kebanggaan, dan harapan. Terlebih, pada hari yang sama, sekolah juga mengumumkan kelulusan 104 siswa kelas XII—semuanya dinyatakan lulus 100 persen.

    Kepala SMK PGRI 1 Magetan, S. Agus Triyono, S.Pd., M.Si., M.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara dilakukan serentak sesuai imbauan pemerintah provinsi. Meski sempat dijadwalkan pada 2 Mei, seluruh elemen sekolah tetap menunjukkan kekompakan saat pelaksanaan hari ini.

    “Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Anak-anak dan guru mengikuti upacara dengan penuh kesadaran, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

    Penggunaan busana lurik dan pakaian adat pun bukan tanpa makna. Lebih dari sekadar simbol, hal itu menjadi cara sederhana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa di tengah arus modernisasi. Namun demikian, sekolah tetap memberi ruang bagi siswa yang belum memiliki busana adat.

    “Yang penting bukan pada apa yang dipakai, tapi bagaimana kita memaknai Hardiknas itu sendiri—tentang menghormati perjuangan pendidikan dan membangun karakter,” tambahnya.

    Di tengah suasana penuh haru dan bangga, kabar menggembirakan datang dari para lulusan. Dari 104 siswa, sekitar 60 persen telah lebih dulu melangkah ke dunia kerja, bahkan sebelum ijazah mereka diterima. Sebagian besar bekerja di berbagai perusahaan di luar kota, terutama di Jakarta.

    Bagi Agus Triyono, capaian ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa pendidikan vokasi yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan nyata dunia industri.
    “Ini bukan hanya tentang lulus, tapi tentang kesiapan hidup. Kami ingin anak-anak tidak hanya punya ijazah, tapi juga masa depan yang jelas,” tegasnya.

    Lebih dari itu, Hardiknas di SMK PGRI 1 Magetan menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan semata soal akademik. Ia adalah proses panjang membentuk manusia—dengan adab, akhlak, dan kesiapan menghadapi kehidupan.
    Di penghujung acara, suasana berubah menjadi lebih hangat. Senyum, haru, dan rasa bangga menyatu di antara siswa, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah. Hari itu bukan hanya tentang peringatan, melainkan juga tentang perpisahan dan awal perjalanan baru.

    Dari halaman sederhana di Magetan, langkah-langkah kecil itu kini mulai menjauh—menuju mimpi, harapan, dan masa depan yang sedang mereka bangun. (Gus ).

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad