• Total Kunjungan: 1945 |

    Breaking News

    Hardiknas Magetan Meriah dengan Tari Massal, Momentum Evaluasi Mutu Pendidikan dan Kreativitas Pelajar


    MAGETANLAWUTV.COM – Ribuan insan pendidikan memadati Alun-Alun Magetan dalam gelaran tari massal “Lenggang Mageti” yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan, Senin (25/5/2026). Sebanyak 2.026 peserta yang terdiri dari guru PAUD, guru SD dan SMP negeri maupun swasta hingga pelajar tampil kompak dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

    Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hardiknas yang tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua.”

    Peserta tari massal terdiri dari 1.200 guru SD negeri dan swasta, 560 guru SMP, 500 guru PAUD, serta 40 pelajar perwakilan sekolah di Kabupaten Magetan. Penampilan mereka sukses menyedot perhatian masyarakat yang hadir di kawasan alun-alun.

    Kepala Dikpora Magetan, Suhardi, menjelaskan sebelum puncak acara berlangsung, pihaknya telah mengadakan berbagai lomba edukatif untuk pelajar. Di antaranya lomba melengkapi gambar, menulis surat untuk bupati, hingga jurnalistik award tingkat SMP.

    “Sebelumnya sudah kita adakan sejumlah lomba. Seperti melengkapi gambar, menulis surat untuk bupati dan jurnalistik award untuk pelajar SMP. Nah, sore ini puncaknya dengan gebyar tari massal dari para guru mulai PAUD, TK, SD dan SMP negeri maupun swasta,” ujar Suhardi.

    Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana merefleksikan kembali semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara sekaligus mempererat silaturahmi antar insan pendidikan di Magetan.

    “Tujuannya untuk merefleksikan semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara, mempererat tali silaturahmi insan pendidikan, serta menggali potensi kreativitas peserta didik dan guru,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Magetan Nanik Sumantri bersama jajaran Forkopimda turut menari bersama dalam tarian Lenggang Beksan sebagai simbol dukungan terhadap pelestarian budaya dan dunia pendidikan.

    Namun di balik kemeriahan peringatan Hardiknas tersebut, masyarakat berharap kegiatan seremonial juga diikuti dengan langkah nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Magetan.

    Sejumlah persoalan seperti pemerataan fasilitas sekolah, kualitas literasi siswa, kesejahteraan guru honorer, hingga penguatan pendidikan karakter masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.

    Pengamat pendidikan di Magetan menilai, kreativitas melalui seni dan budaya memang penting untuk membangun karakter pelajar. Akan tetapi, inovasi pendidikan juga harus menyentuh kebutuhan dasar sekolah, terutama di wilayah pinggiran.

    “Pendidikan tidak cukup hanya meriah saat peringatan. Yang paling penting adalah bagaimana siswa mendapatkan akses pendidikan berkualitas, guru mendapat dukungan yang layak, dan sekolah memiliki fasilitas memadai,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Magetan.

    Meski demikian, kegiatan tari massal ini dinilai mampu menjadi ruang positif untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.

    Momentum Hardiknas 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi titik evaluasi bersama agar dunia pendidikan di Magetan semakin maju, inklusif, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad