Diduga Tersingkir karena Nepotisme, Arta yang Mengabdi 4 Tahun di Dinas PPKB dan PA Nasibnya Tidak Menentu
MAGETANLAWUTV.COM – Nasib pilu dialami Arta Deva Leandry, seorang tenaga Magang yang selama kurang lebih empat tahun mengabdi di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPKB dan PA) Kabupaten Magetan. Setelah bertahun-tahun membantu pekerjaan dinas, Arta dikabarkan harus menerima kenyataan pahit tidak lagi bekerja di instansi tersebut.
Informasi yang berkembang menyebutkan, posisi yang sebelumnya ditempati Arta kini diisi oleh sosok yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan pejabat di lingkungan dinas tersebut. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya praktik nepotisme dalam proses pergantian tenaga kerja di internal dinas.
Selama mengabdi , Arta dikenal sebagai sosok yang rajin dan telah banyak membantu berbagai kegiatan administrasi maupun pelayanan di bidang PPKB dan PA. Bahkan, beberapa rekan kerja menyebut Arta termasuk anak yang loyal dan selalu hadir ketika dibutuhkan dalam kegiatan dinas.
“Sudah lama mengabdi, ikut membantu banyak pekerjaan kantor. Tapi sekarang malah harus keluar,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kabar pergantian tersebut menuai perhatian sejumlah pihak. Pasalnya, di tengah sulitnya lapangan pekerjaan, tenaga magang yang sudah lama mengabdi justru harus tersingkir. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan asas profesionalitas dan keadilan dalam penempatan maupun perekrutan tenaga kerja.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PPKB dan PA Magetan terkait alasan pemberhentian Arta maupun isu adanya hubungan keluarga dalam pengisian posisi tersebut.
Arta berharap kepada pihak dinas agar tidak semena mena memperhentikan sepihak tanpa ada sebab, padahal surat kontrak saya sudah ada tinggal di tanda tangani kepala dinas, waktu itu masih PLT, sekarang sudah ada kepala dinas Definitif malah kepala dinas bawa keponakanya langsung diajak apel pagi, tau - tau ditempatkan dibidang yang saya tempati sebelumnya, ujarnya
Publik berharap persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terutama terkait transparansi dan profesionalitas birokrasi di lingkungan pemerintahan daerah.( Gus )

Tidak ada komentar