• Breaking News

    Wiyono Plt Dirum Lawu Tirta: Ujian Kepemimpinan dan Harapan Baru



    Lawutv.com MAGETAN - Penunjukan Wiyono sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Umum Perumdam Lawu Tirta Magetan menghadirkan dinamika tersendiri di tubuh perusahaan daerah tersebut. Sosok yang akrab disapa “Wi” ini bukanlah orang baru. Ia pernah menjadi bagian penting dari jajaran direksi PDAM, sebelum akhirnya memilih mundur beberapa tahun lalu dengan alasan yang kala itu tidak sepenuhnya terungkap ke publik.(3/4/26)

    Kini, Wiyono, S.T kembali dengan amanah baru, (Walau SK belum diterimanya ) meski dalam kapasitas sementara dan dibatasi waktu kurang lebih enam bulan. Sebuah masa yang relatif singkat, namun sarat makna dan tantangan.

    Pertanyaannya, mampukah ia memanfaatkan waktu terbatas itu untuk membawa perubahan yang signifikan?
    Kembalinya Wiyono bisa dibaca sebagai langkah strategis sekaligus ujian. Ia sudah memahami kultur internal, mengenal pola kerja, serta mengetahui titik lemah dan kekuatan yang dimiliki Lawu Tirta. Ini menjadi modal besar untuk bergerak cepat tanpa harus beradaptasi dari nol. Namun di sisi lain, rekam jejak masa lalunya, termasuk keputusan mundur yang pernah diambil, juga menjadi catatan yang tak bisa diabaikan begitu saja.

    Dalam konteks kepemimpinan, tantangan utama Wiyono bukan hanya pada aspek teknis pelayanan air bersih, melainkan juga bagaimana membangun kembali keharmonisan internal. Sebuah perusahaan daerah seperti PDAM sangat bergantung pada soliditas tim. Koordinasi antar lini, dari manajemen hingga petugas lapangan, menjadi kunci utama keberhasilan.

    Jika Wiyono mampu merangkul semua elemen, membuka ruang komunikasi yang sehat, serta menempatkan profesionalisme di atas kepentingan lain, maka peluang untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif akan terbuka lebar. Sebaliknya, jika ego sektoral atau sekat-sekat lama masih dipelihara, masa jabatannya bisa habis tanpa meninggalkan jejak berarti.

    Kerja sama lintas lini juga menjadi poin krusial. Lawu Tirta tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah, stakeholder, hingga masyarakat sebagai pelanggan harus diperkuat. Transparansi dalam kebijakan serta respons cepat terhadap keluhan publik akan menjadi tolok ukur kepercayaan.

    Enam bulan bukan waktu yang panjang, namun cukup untuk menunjukkan arah. Apakah Wiyono akan sekadar menjadi “pengisi kekosongan jabatan”, atau justru mampu meletakkan fondasi perubahan yang berkelanjutan?

    Publik Magetan tentu menaruh harapan. Lawu Tirta bukan sekadar perusahaan daerah, melainkan urat nadi pelayanan dasar masyarakat. Maka, kepemimpinan di dalamnya harus mampu menghadirkan stabilitas, inovasi, dan yang terpenting, kepercayaan.

    Kini, semua mata tertuju pada Wiyono. Mampukah  Kang Wi menjawab keraguan masa lalu dengan kinerja nyata hari ini? Waktu yang akan menjawab.(Gus)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad