Milad ke-24 PKS, Riyono Caping dan Ikhtiar Menjaga Negeri dari Ancaman Global
MAGETAN - Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum refleksi atas peran dan kontribusi partai dalam menjawab tantangan zaman. Di tengah dinamika politik nasional dan tekanan global yang kian kompleks, suara kader di parlemen menjadi penting untuk memastikan arah kebijakan tetap berpihak pada rakyat. Salah satu figur yang konsisten membawa isu-isu strategis adalah Riyono Caping, anggota DPR RI dari Fraksi PKS.( 21/4/26)
Bagi Riyono, milad bukan hanya perayaan seremonial, tetapi titik tolak untuk memperkuat komitmen ideologis dan kerja nyata. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan tidak lagi bersifat lokal semata, melainkan global—mulai dari krisis pangan, perubahan iklim, hingga ketidakpastian geopolitik yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Indonesia.
Dalam kiprahnya di legislatif, Riyono dikenal vokal mengangkat isu ketahanan pangan. Ia melihat ketergantungan terhadap impor sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan bangsa. Baginya, negara harus hadir lebih kuat dalam memastikan petani mendapatkan perlindungan, akses permodalan, serta kepastian harga. Tanpa itu, sektor pertanian akan terus terpinggirkan di tengah gempuran pasar global.
Riyono juga kerap mengingatkan bahaya global yang tak kasatmata namun nyata dampaknya—krisis energi, konflik antarnegara, hingga disrupsi rantai pasok dunia. Menurutnya, Indonesia tidak boleh lengah. Ketahanan nasional harus dibangun dari fondasi paling dasar: ketersediaan pangan, kemandirian energi, dan stabilitas ekonomi rakyat kecil.
Di internal PKS, Riyono menjadi bagian dari wajah kader yang mengedepankan kerja sunyi namun berdampak. Ia aktif mendorong kebijakan yang berpihak pada daerah, khususnya sektor pedesaan yang selama ini menjadi penyangga pangan nasional. Pendekatan yang ia bangun bukan hanya melalui forum formal parlemen, tetapi juga turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.
Harapan Riyono di Milad ke-24 PKS cukup jelas: partai harus tetap konsisten menjadi pelayan rakyat, bukan sekadar pemain politik. PKS dituntut mampu menjaga integritas, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan solusi konkret atas persoalan bangsa. Dalam pandangannya, kepercayaan publik hanya bisa diraih melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Indonesia harus siap menghadapi era ketidakpastian global dengan memperkuat ketahanan dari dalam. Ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan strategi bertahan hidup bangsa. Jika sektor ini rapuh, maka kedaulatan negara ikut terancam.
Milad ke-24 PKS, dengan demikian, menjadi panggung refleksi sekaligus pengingat: politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab menjaga masa depan. Dan di tengah tantangan global yang kian menguat, suara-suara seperti Riyono Caping menjadi relevan—mengajak kembali pada hal yang paling mendasar: memastikan rakyat tetap bisa hidup, makan, dan bertahan di negerinya sendiri.( Gus )

Tidak ada komentar