Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Inovasi Layanan Kesehatan, RSUD dr. Sayidiman Hadirkan Tes CPMI dan Home Care



Magetan, Lawutv.com -- Komitmen meningkatkan pelayanan publik kembali ditegaskan oleh RSUD dr. Sayidiman. Rumah sakit kebanggaan masyarakat Magetan ini kini resmi membuka layanan tes kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), sekaligus menghadirkan layanan Home Care untuk pasien dengan keterbatasan mobilitas.

Saat dikonfirmasi awak media, Direktur RSUD dr. Sayidiman, dr. Rochmad Santoso, menjelaskan bahwa pembukaan layanan tes CPMI didasari tingginya angka pekerja migran asal Magetan yang berkisar antara 1.500 hingga 2.000 orang setiap tahunnya. Selama ini, mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan di luar daerah seperti Madiun, Kediri, maupun Surabaya karena belum tersedianya fasilitas yang memadai di daerah asal.

“Alhamdulillah, Perbup tentang tarif sudah terbit sehingga kami sudah bisa melayani. Tujuan awal tes CPMI ini untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat Magetan yang akan bekerja ke luar negeri,” kata dr. Rochmad Santoso, pada Selasa (24/02/2026). 

Dengan hadirnya layanan tersebut, masyarakat kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk perjalanan ke luar kota. Selain lebih hemat waktu, tarif pemeriksaan juga telah disesuaikan melalui Peraturan Bupati (Perbup) terbaru sehingga lebih kompetitif dan transparan.

Pihak rumah sakit memastikan bahwa hasil tes kesehatan yang dikeluarkan telah memperoleh rekomendasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Hal ini menjadi jaminan bahwa dokumen kesehatan yang diterbitkan diakui dan memenuhi persyaratan negara tujuan.

RSUD dr. Sayidiman juga telah menyiapkan tim medis lengkap untuk mengakomodasi perbedaan standar kesehatan tiap negara. Mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, psikiater, hingga psikolog dilibatkan dalam proses pemeriksaan.

“Setiap negara memiliki persyaratan berbeda. Ada yang mewajibkan pemeriksaan tinja untuk mendeteksi cacingan, ada yang fokus pada TBC paru, hingga tes HIV. Karena itu, tarif pemeriksaan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara tujuan,” jelasnya.

Meski tergolong baru, layanan ini masih terus disempurnakan, termasuk koordinasi teknis untuk negara tujuan tertentu seperti Taiwan, manajemen rumah sakit optimistis dapat melayani seluruh kebutuhan pemeriksaan CPMI. Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, layanan ini juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama dengan perusahaan penempatan pekerja migran (P3TKI). 

Di sisi lain, inovasi layanan juga diwujudkan melalui peluncuran program Home Care. Layanan ini memungkinkan tenaga medis mendatangi pasien langsung ke rumah, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Dokter spesialis, perawat, hingga ahli gizi akan diterjunkan sesuai kebutuhan pasien, mulai dari layanan fisioterapi, pemeriksaan dokter saraf, penyakit dalam, hingga dokter paru. Masyarakat dapat mengakses layanan ini melalui hotline resmi rumah sakit.

Adapun layanan Home Care merupakan layanan umum yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Besaran tarifnya telah ditetapkan secara terbuka dalam Perbup yang sama dengan pengaturan tarif tes kesehatan CPMI.

Dengan berbagai terobosan tersebut, RSUD dr. Sayidiman menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Magetan. (Gus)

Posting Komentar

0 Komentar