Magetan, Lawutv.com -- Pengurus Forum BUMDes dan BUMDesma Kabupaten Magetan masa bakti 2026–2029 resmi dikukuhkan di Pendopo Surya Graha, pada Jumat (13/02/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antar-BUMDes dan BUMDesma dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Forum ini dibentuk sebagai wadah koordinasi bagi 207 BUMDes dan 16 BUMDesma yang tersebar di Kabupaten Magetan. Melalui forum tersebut, diharapkan tercipta kolaborasi, pertukaran pengalaman, hingga solusi bersama atas berbagai kendala pengelolaan usaha desa.
Penasihat Forum BUMDes, Adi Prasetyono, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa saat ini BUMDes yang benar-benar memiliki usaha aktif jumlahnya masih belum lebih dari separuh dari total 207 BUMDes yang ada.
“Harapannya dengan adanya program ketahanan pangan, kita bisa merangkak naik. Minimal 70 sampai 80 persen BUMDes aktif, bahkan kalau bisa 90 persen dan seterusnya,” ujarnya.
Ia juga mengakui kendala utama terletak pada sumber daya manusia. Mengacu pada regulasi yang mengatur tata kelola BUMDes, sistem pengelolaan dinilai cukup kompleks, sementara sebagian pengurus masih perlu peningkatan kapasitas.
“Dengan adanya forum ini, berbagai persoalan yang dihadapi teman-teman BUMDes bisa disampaikan dan dicarikan solusi bersama. Di forum ini kita kolaborasi. Misalnya BUMDes yang lemah dalam pengembangan usaha bisa belajar dari BUMDes lain yang sudah maju,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum BUMDes Kabupaten Magetan, Heru Rohmat Prasetyo, menegaskan bahwa forum yang baru dikukuhkan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan harus menjadi motor penggerak BUMDes di Magetan.
“Terkait pengukuhan ini, kami ingin memastikan forum benar-benar menjadi ruang koordinasi dan solusi bagi seluruh BUMDes. Kita ingin ada gerakan bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegas Heru.
Ia menyebutkan dua program prioritas ke depan, yakni peningkatan kapasitas SDM pengelola BUMDes melalui pelatihan tata kelola dan manajemen usaha, serta penguatan jaringan dan kolaborasi usaha antar-BUMDes agar tercipta skala ekonomi yang lebih kuat.
Heru juga menyoroti pentingnya sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, keberadaan koperasi desa harus dipandang sebagai mitra strategis dalam membangun ekonomi lokal.
“BUMDes dan koperasi desa bukan untuk saling bersaing, tetapi saling melengkapi. Jika dikolaborasikan dengan baik, dampaknya akan lebih besar bagi masyarakat desa,” tambahnya.
Menurutnya, selama ini, BUMDes telah berperan dalam mendukung perekonomian desa melalui berbagai unit usaha, mulai dari perdagangan, jasa, hingga pengelolaan potensi lokal.
“Dengan terbentuknya forum ini, diharapkan peran tersebut semakin optimal dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta kesejahteraan masyarakat,” tutup Heru. (Gus)
0 Komentar