Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Dikmata Gelombang III Secata Magetan Resmi Ditutup, 900 Prajurit Baru Dilantik



Magetan, Lawutv.com -- Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025 resmi ditutup di Secata Rindam V/Brawijaya, Magetan, Rabu (04/02/2026).

Upacara penutupan digelar di Lapangan Candradhimuka dan dipimpin langsung Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto.

Penutupan ini ditandai dengan pelantikan sekaligus penyematan tanda prajurit kepada 900 siswa Dikmata yang kini resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada).

Sejumlah pejabat Kodam V/Brawijaya turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Aspers Kasdam, Kapendam, Kajasdam, Dansecata Rindam V Letkol Inf Arie Setianto, Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Hasan Dasuki, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Magetan.

Brigjen Singgih menyampaikan bahwa pendidikan ini merupakan program tahun anggaran 2025, namun pelaksanaannya berlanjut hingga awal 2026 karena penyesuaian kuota.

“Peserta didik dibuka 900 orang dan alhamdulillah ditutup lengkap 900 orang,” ujarnya.

Selain di Secata Magetan, pendidikan Dikmata Gelombang III juga dilaksanakan di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Situbondo dan Malang.

Setelah pelantikan, para prajurit baru akan mengikuti latihan kecabangan infanteri selama satu bulan sebelum memasuki penugasan di satuan masing-masing.

Dalam amanatnya, Brigjen Singgih menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan sebagai konsekuensi menjadi prajurit TNI.

“Pegang teguh dua hal, patuhi hukum negara dan patuhi aturan internal TNI. Kalau itu dilaksanakan, kalian akan sukses,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para prajurit agar tidak mengecewakan orang tua yang hadir menyaksikan momen kebanggaan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Magetan Suratno mengapresiasi keberadaan Secata di wilayah Magetan. Menurutnya, pendidikan militer ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“UMKM ikut bergerak, ini menjadi kebanggaan bagi daerah,” katanya.

Salah satu prajurit terbaik asal Lumajang, Sandy Purwanto, mengaku bangga bisa menyelesaikan pendidikan meski berasal dari keluarga sederhana.

“Saya bangga bisa menjadi prajurit TNI AD dengan dukungan orang tua yang hanya seorang tukang becak,” ungkapnya. (Gus)

Posting Komentar

0 Komentar