Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Riyono Caping : Pembangunan 1500 Kapal Perikanan, 60% Harusnya Kapal Nelayan di Bawah 30 GT.


Jakarta - Kabar gembira di bawa oleh Presiden Prabowo dalam lawatan luar negeri bertemu PM Inggris. Keseriusan Prabowo dalam memajukan industri maritim masih terus menyala dengan bukti nyata. Anggaran KKP 2026 yang mencapai 13 T atau naik dari 6.2 T tahun 2025. Kenaikan 100% lebih ini bukti pemerintah kembali menatap laut dengan optimis. 

“Pembangunan kapal perikanan sebanyak 1500 ini bagus untuk mengembangkan industri perikanan berbasis ekonomi biru dengan subyek utama nelayan. Jadi fokus tetap kesejahteraan nelayan yang utama” papar Riyono Aleg Komisi IV DPR RI dapil 7 Jatim. 

Pembuatan kapal untuk nelayan sebenarnya bukan hal baru, 2016 KKP pernah mencanangkan pembangunan 4000 kapal nelayan maksimal 30 GT dengan anggaran 4 Trilyun selama 4 tahun, artinya per tahun 1000 kapal anggaran 1 Trilyun. 

“Kalau Presiden menghendaki membangun 1500 kapal maka usul saya 60% atau 900 kapal untuk nelayan dengan maksimal 30 GT dan 600 kapal di atas 30 GT untuk koperasi nelayan merah putih” usul Riyono Caping yang juga ketua DPP PKS bidang Tani Nelayan. 

Kenapa kapal dibawah 30 GT? Karena memang faktanya nelayan kita 90% adalah nelayan kecil dengan kapasitas kepemilikan kapal di bawah 5 GT. Perlu ada keseimbangan antara pemberdayaan dan industri perikanan agar kesejahteraan nelayan terangkat. 

“Pembangunan kapal perikanan sebanyak 1500 kapal ini akan mampu merekrut ABK antara 15 - 25 ribu pekerja, belum tenaga kerja yang membuat kapal. PKS sangat mendukung program ini” tambah Riyono Caping. 

Saat ini data KKP tercatat 2025 kapal perikanan yang terpasang VMS sebanyak 9394 kapal, dengan penambahan 1500 kapal maka akan semakin mengoptimalkan sisi perikanan tangkap sebagai pilar ekonomi biru saat ini.

Posting Komentar

0 Komentar