• Total Kunjungan: 1945 |

    Breaking News

    Yayasan Sabuk Inten Nusantara Resmi Dibentuk, Gelar Sarasehan dan Ritual Budaya di Ponorogo



    PONOROGO, LAWUTV.COM – Yayasan Sabuk Inten Nusantara resmi dibentuk melalui kegiatan sarasehan dan ritual budaya yang digelar di kediaman Gus Ahmad Kusuma (Ahmad Marundi), Jalan Kalimantan, Dukuh Tengger, Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jumat malam (29/5/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri puluhan peserta yang mengenakan pakaian adat Ponoragan berwarna hitam. Acara diawali dengan prosesi ritual budaya berupa arak-arakan membawa obor dan berbagai sesaji menuju lokasi yang akan dibangun sebagai pendopo atau sekretariat Yayasan Sabuk Inten Nusantara.

    Di lokasi tersebut dilakukan ritual memandikan dan menyembelih ayam jago cemani yang dilanjutkan dengan doa bersama. Ritual tersebut dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus penghormatan kepada para leluhur, dengan harapan membawa keselamatan, keharmonisan, dan keberkahan bagi masyarakat.

    Usai prosesi ritual, acara dilanjutkan dengan kenduri selamatan dan pemotongan tumpeng sebagai simbol doa dan harapan untuk kelancaran perjalanan organisasi yang baru dibentuk tersebut.
    Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Sabuk Inten Nusantara, Gus Ahmad Kusuma, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya dan spiritualitas Nusantara.

    “Melalui yayasan ini kami ingin merawat dan melestarikan kearifan lokal, memperkuat hubungan antarbudayawan, tokoh spiritual, dan seluruh elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

    Menurutnya, yayasan juga akan fokus pada pelestarian berbagai warisan budaya Nusantara, mulai dari seni budaya keris atau tosan aji, kuliner tradisional, aksara Jawa, pengembangan kesenian berbasis ekonomi kreatif, hingga pelestarian sumber mata air di wilayah Kabupaten Ponorogo.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Sabuk Inten Nusantara, Untung Setiyadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung berdirinya yayasan tersebut.

    “Saya berharap kebudayaan dan tradisi yang ada di masyarakat dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi muda. Mereka harus mampu menghargai sekaligus melanjutkan perjuangan para leluhur dalam menjaga budaya bangsa,” katanya.

    Selain pembentukan kepengurusan, forum sarasehan juga membahas visi dan misi organisasi serta arah program kerja ke depan. Yayasan Sabuk Inten Nusantara mengusung visi “Terwujudnya kebudayaan Nusantara yang lestari, berdaulat, dan menyejahterakan melalui keseimbangan jagad gedhe dan jagad cilik sebagai sabuk pengikat keberagaman bangsa menuju peradaban yang luhur dan berkelanjutan.”

    Visi tersebut menegaskan komitmen yayasan untuk menjadikan budaya tidak hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai kekuatan masa depan yang mampu menjaga keseimbangan hubungan manusia, alam, dan kehidupan sosial.

    Dalam sarasehan itu juga ditegaskan bahwa setiap program yayasan akan mengedepankan pelestarian budaya yang selaras dengan kelestarian lingkungan, tata kelola organisasi yang baik, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan jejaring budaya di tingkat nasional maupun internasional.

    Dengan terbentuknya Yayasan Sabuk Inten Nusantara, diharapkan berbagai nilai luhur budaya Nusantara dapat terus terjaga, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (kus)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad