• Total Kunjungan: 1945 |

    Breaking News

    Taruno Adi Luhung, Bukti Sekolah Menjadi Benteng Budaya Reyog



    MAGETANLAWUTV - Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 kembali menunjukkan bahwa Reyog bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan identitas budaya yang hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda. Salah satu penampilan yang menyita perhatian ribuan penonton di Alun-Alun Ponorogo adalah pementasan Reyog Taruno Adi Luhung dari SMAN 1 Babadan.

    Penampilan kolosal yang memadukan seni tari, musik, dan unsur teatrikal tersebut tidak lahir secara instan. Di balik suguhan yang memukau, terdapat proses panjang, disiplin, serta kerja keras lebih dari 100 siswa yang berlatih puluhan kali demi memberikan penampilan terbaik. Semangat itu tetap terjaga meski harus menunggu hingga larut malam akibat hujan yang sempat menghentikan jalannya acara.

    Apa yang ditunjukkan SMAN 1 Babadan menjadi bukti bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya yang menjadi jati diri bangsa.

    Keikutsertaan siswa dalam FNRP memberikan pengalaman yang jauh lebih luas daripada sekadar tampil di atas panggung. Mereka belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kebanggaan terhadap budaya leluhur. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

    Dukungan penuh dari pihak sekolah, guru, orang tua, dan seluruh keluarga besar SMAN 1 Babadan patut diapresiasi. Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya akan berjalan baik ketika seluruh elemen pendidikan bergerak bersama.

    Di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya global, keberanian sekolah untuk terus membina seni Reyog merupakan langkah yang sangat penting. Reyog Ponorogo harus tetap menjadi kebanggaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

    Taruno Adi Luhung telah menunjukkan bahwa generasi muda Ponorogo mampu menjadi penjaga sekaligus penerus budaya daerahnya. Semangat seperti inilah yang perlu terus dirawat agar Reyog tetap berdiri tegak sebagai simbol kebesaran Ponorogo di tingkat nasional maupun internasional. 

    (Redaksi)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad