• Total Kunjungan: 1945 |

    Breaking News

    Silpa Rp135 Miliar, Alarm Keras Efektivitas Pengelolaan Anggaran Magetan



    MAGETANLAWUTV - Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp135 miliar patut menjadi perhatian serius semua pihak. Angka tersebut bukan sekadar catatan administratif dalam laporan keuangan daerah, melainkan cerminan dari belum optimalnya pelaksanaan program dan penyerapan anggaran yang telah direncanakan untuk kepentingan masyarakat.(18/6/26)

    Dalam Rapat Paripurna DPRD Magetan yang membahas Raperda Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025, terungkap bahwa masih terdapat sejumlah kegiatan yang gagal menyerap anggaran secara maksimal. 

    Di satu sisi, pemerintah daerah menyebut keterlambatan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat sebagai salah satu faktor penyebab. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas perencanaan, koordinasi, dan kemampuan eksekusi program di tingkat daerah.

    Masyarakat tentu berharap setiap anggaran yang telah disusun dapat diwujudkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, penguatan sektor pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Ketika dana ratusan miliar rupiah tidak terserap, muncul pertanyaan apakah kebutuhan masyarakat telah benar-benar dipetakan dan diprioritaskan secara tepat.

    Silpa memang tidak selalu identik dengan kegagalan. Dalam kondisi tertentu, sisa anggaran dapat terjadi karena efisiensi pelaksanaan program. Namun ketika nilainya mencapai Rp135 miliar, evaluasi mendalam menjadi sebuah keharusan. Pemerintah daerah bersama DPRD perlu memastikan apakah sisa anggaran tersebut berasal dari efisiensi yang sehat atau justru akibat program yang tidak berjalan sesuai rencana.

    Selain itu, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang masih muncul dalam pengelolaan keuangan daerah juga harus segera ditindaklanjuti. Transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi utama agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBD tetap terjaga.

    Ke depan, Magetan membutuhkan perencanaan yang lebih matang, sinkronisasi program yang lebih kuat, serta percepatan pelaksanaan kegiatan agar anggaran yang telah disiapkan tidak kembali menjadi sisa di akhir tahun. Setiap rupiah APBD sejatinya adalah amanah rakyat yang harus diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Silpa Rp135 miliar hendaknya menjadi alarm keras sekaligus pelajaran berharga untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Sebab keberhasilan pembangunan tidak diukur dari besarnya anggaran yang tersedia, melainkan dari seberapa besar anggaran tersebut mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    ( Redaksi )

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad