Riyono Caping Minta Beras Bulog yang Berpotensi Rusak Segera Dikeluarkan dan Tidak Dibagikan ke Masyarakat
JAKARTALAWUTV – Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping, meminta pemerintah dan Perum Bulog segera mengelola stok beras nasional secara lebih presisi agar tidak terjadi penurunan kualitas yang berujung pada kerugian masyarakat penerima bantuan pangan.
Hal tersebut disampaikan Riyono dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang turut menyoroti temuan beras bantuan pangan yang mengalami masalah kualitas di Bangkalan, Madura.(13/6/26)
Menurut Riyono, bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kualitas beras yang disalurkan harus menjadi prioritas utama.
“Bantuan pangan adalah bentuk hadirnya negara kepada rakyat kecil. Kehadirannya harus menggembirakan dan benar-benar membantu masyarakat. Beras sebagai kebutuhan pokok harus berkualitas prima, tidak boleh ada bantuan pangan yang rusak atau tidak layak diberikan kepada rakyat,” ujar Riyono.
Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian, hingga 9 Juni 2026 terdapat sekitar 90 ribu ton beras di gudang Bulog yang mengalami kerusakan dan tidak layak konsumsi. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh masa penyimpanan yang terlalu lama, kualitas beras saat masuk gudang yang kurang baik, serta faktor pengelolaan penyimpanan.
Di sisi lain, Riyono mengapresiasi kondisi stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5,3 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
“Stok beras nasional di gudang sudah sangat baik. Jumlahnya melimpah dan cukup untuk menjaga ketersediaan pangan. Sekarang waktunya segera dikeluarkan dan disalurkan untuk bantuan pangan. Jangan terlalu lama disimpan karena pasti akan menimbulkan persoalan,” tegasnya.
Riyono juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kondisi gudang penyimpanan. Saat melakukan kunjungan kerja ke Bulog Ngawi beberapa waktu lalu, ia menemukan adanya kelelawar dan serangga kecil di area gudang penyimpanan beras.
Menurut keterangan pihak Bulog, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya perawatan berkala, termasuk fumigasi, untuk menjaga kualitas beras agar tetap layak konsumsi.
“Pengawasan ke Gudang Bulog Ngawi memberikan gambaran bahwa manajemen pengelolaan beras harus dilakukan secara ketat. Jangan sampai terlambat atau bahkan mengabaikan standar operasional yang sudah ditetapkan,” katanya.
Riyono menegaskan bahwa beras yang akan disalurkan kepada masyarakat, khususnya dalam program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 yang ditargetkan tuntas pada Juni ini, harus dipastikan dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi.
“Keluarkan dan pastikan beras Bulog yang disalurkan benar-benar layak konsumsi dan berkualitas. Jika ada yang kualitasnya kurang baik, jangan dibagikan kepada rakyat. Jika terlanjur tersalurkan, maka wajib diganti. Jangan sampai ada kesalahan dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar