Merti Bumi Terung 2026, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Desa
Magetanlawutv – Pemerintah Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, menggelar rangkaian kegiatan Merti Bumi Terung 2026 yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema pelestarian budaya dan ungkapan syukur atas hasil bumi tersebut dilaksanakan pada 18–21 Juni 2026 dengan berbagai agenda budaya, hiburan rakyat, hingga kegiatan olahraga bersama warga.
Kepala Desa Terung, Suwarno, S.Sos, mengatakan bahwa Merti Bumi merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya leluhur.
“Melalui Merti Bumi ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mensyukuri hasil bumi yang diberikan Tuhan, menjaga kebersamaan, serta melestarikan budaya yang menjadi identitas Desa Terung,” ujar Suwarno.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis (18/6) dengan acara Krapyakan di Punden Terung yang diisi dengan kirap pusaka dan penampilan Reog Ponorogo. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus upaya menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan.
Selanjutnya pada Sabtu (20/6) digelar Karnaval Kirap Tumpeng yang menampilkan berbagai kreasi masyarakat Desa Terung.
Kirab tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas hasil pertanian dan kemakmuran desa. Pada malam harinya, masyarakat disuguhkan hiburan rakyat Campur Sari yang berlangsung meriah dan menjadi ajang silaturahmi warga.
Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu (21/6) melalui acara Jalan Santai Bersama Warga yang diikuti berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan, tetapi juga mempererat persatuan dan kebersamaan antarwarga.
Suwarno berharap Merti Bumi Terung dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat nilai gotong royong, menjaga tradisi, serta mendorong kemajuan desa.
“Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Merti Bumi ini menjadi modal penting untuk mewujudkan Desa Terung yang rukun, guyub, sejahtera, dan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya lokal,” pungkasnya.
Dengan semangat “Lestarikan Budaya, Syukuri Hasil Bumi, Majukan Desa”, Merti Bumi Terung 2026 menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan pembangunan dapat berjalan beriringan demi kemajuan masyarakat Desa Terung.

Tidak ada komentar