• Total Kunjungan: 1945 |

    Breaking News

    Kritik Boleh, Adab Tetap Harus Dijaga, Pesan Putut Ketua DPC Gerindra Kabupaten Magetan



    MAGETANLAWUTV - Di tengah dinamika demokrasi yang semakin terbuka, perbedaan pendapat terhadap pemerintah merupakan hal yang lumrah. Kritik menjadi bagian penting dalam sistem demokrasi karena berfungsi sebagai kontrol sosial sekaligus sarana evaluasi bagi penyelenggara negara. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat sejatinya harus berjalan beriringan dengan etika dan adab.

    Polemik yang muncul terkait kritik mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kepada Presiden Prabowo Subianto kembali mengingatkan publik pada batas tipis antara kritik dan penghinaan. Dalam negara demokrasi, warga negara memiliki hak menyampaikan ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah. 

    Akan tetapi, kritik yang baik adalah kritik yang berlandaskan argumentasi, data, dan solusi, bukan sekadar luapan emosi yang berpotensi merendahkan martabat seseorang atau institusi negara.
    Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kesantunan.

    Kebebasan berekspresi yang diperjuangkan sejak era reformasi tidak pernah dimaksudkan untuk menghapus budaya hormat terhadap sesama,  Presiden boleh dikritik sebagai pemegang kebijakan, tetapi jabatan Presiden sebagai kepala negara tetap harus dihormati sebagai representasi institusi negara.
    Di sisi lain, pemerintah juga perlu terus membuka ruang dialog dan menerima kritik sebagai masukan konstruktif.

    Demokrasi yang sehat lahir dari komunikasi dua arah antara rakyat dan pemerintah. Kritik yang disampaikan secara santun akan lebih mudah diterima dan berpotensi menghasilkan perubahan yang lebih baik dibandingkan kritik yang dibalut dengan ujaran yang menyinggung atau merendahkan.

    Lebih jauh, perdebatan politik seharusnya tidak membuat masyarakat melupakan substansi kebijakan yang sedang dijalankan. Program-program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis maupun berbagai upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan, layak dikawal bersama melalui kritik yang objektif dan berbasis fakta. 

    Jika ada kekurangan, sampaikan dengan argumentasi. Jika ada keberhasilan, berikan apresiasi secara proporsional.
    Demokrasi bukan perlombaan mencari siapa yang paling keras bersuara. 

    Demokrasi adalah ruang untuk menyampaikan kebenaran, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan membangun bangsa dengan cara yang bermartabat. Karena itu, keberanian mengkritik harus selalu diimbangi dengan tanggung jawab moral dalam bertutur dan bertindak.

    Pada akhirnya, bangsa ini membutuhkan lebih banyak kritik yang cerdas daripada caci maki, lebih banyak solusi daripada provokasi, dan lebih banyak adab daripada amarah. Sebab, demokrasi yang kuat bukan hanya ditopang oleh kebebasan, tetapi juga oleh kedewasaan dalam menggunakan kebebasan itu sendiri.

     (Redaksi Lawu TV)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad