• Breaking News

    Riyono Caping Tegaskan Subsidi Solar Harus Tetap Ada Demi Selamatkan Nelayan Kecil



    Lawutv.com Trenggalek – Gejolak harga energi dunia mulai dirasakan sektor perikanan nasional. Kenaikan harga solar non-subsidi membuat pelaku usaha perikanan tangkap skala menengah hingga besar mulai terpukul. Di sisi lain, nelayan kecil juga mulai menghadapi persoalan sulitnya mendapatkan solar subsidi di lapangan.

    Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil VII Jawa Timur, Riyono Caping, menegaskan bahwa subsidi solar bagi nelayan kecil harus tetap dipertahankan karena menyangkut keberlangsungan hidup jutaan keluarga pesisir.

    “Saya sudah turun langsung ke nelayan di Trenggalek dan berdialog dengan mereka. Solar subsidi memang masih aman dan harganya belum naik. Namun persoalan ketersediaan di lapangan tetap harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Riyono saat menemui nelayan di Trenggalek.

    Menurutnya, saat ini sebagian nelayan memang belum banyak melaut akibat kondisi cuaca terang bulan dan gelombang tinggi. Namun jika distribusi solar subsidi terganggu, maka dampaknya akan sangat berat ketika aktivitas melaut kembali normal.

    Dalam catatan APBN, alokasi solar subsidi untuk nelayan kapal di bawah 30 GT pada tahun 2026 mengalami penurunan sekitar 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, alokasi mencapai 18,41 juta KL dengan realisasi bahkan menembus 18,88 juta KL atau melebihi kuota yang tersedia. Sedangkan pada 2023, alokasi tercatat 17,40 juta KL dengan realisasi 17,62 juta KL.
    Riyono menilai data tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan nelayan kecil terhadap BBM subsidi.

    “Solar subsidi untuk nelayan saat ini dijual Rp6.800 per liter. Pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp1.000 per liter. Artinya tanpa subsidi, harga solar bisa mencapai Rp7.800 per liter. Bagi nelayan kecil, selisih itu sangat berarti untuk menekan biaya operasional melaut,” tegasnya.

    Ia menambahkan, negara tidak boleh lambat dalam merespons persoalan energi yang berdampak langsung terhadap masyarakat pesisir. Menurutnya, keberpihakan kepada nelayan kecil bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan nasional.
    “Sekitar 90 persen hasil perikanan dunia berasal dari nelayan kecil. Artinya ketika negara menjaga mereka tetap bisa melaut, maka negara juga sedang menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan hampir tiga juta rumah tangga nelayan,” tambahnya.

    Dalam kunjungannya ke wilayah dapil meliputi Pacitan dan Trenggalek, Riyono menerima berbagai aspirasi dari nelayan dan masyarakat pesisir. Mulai dari kemudahan akses solar subsidi, stabilitas harga ikan, hingga bantuan pemerintah untuk menjaga roda ekonomi kawasan pesisir tetap bergerak.

    “Negara harus hadir nyata di tengah nelayan. Jangan sampai mereka kesulitan solar, sementara hasil tangkap juga tidak dihargai layak. Jika nelayan kecil kuat, maka ekonomi pesisir juga akan tetap hidup,” pungkas Riyono.( Gus )

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad