Sebelas Tahun Terbaring Tanpa Kepastian, Efendy Akhirnya Dapat Perhatian DPRD dan Tim Medis
Magetan, Lawutv.com — Sudah lebih dari satu dekade Efendy, warga Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, hanya bisa terbaring lemah tanpa mampu menjalani aktivitas seperti sediakala. Sejak mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2015, hidupnya berubah total. Hari-harinya kini bergantung penuh pada keluarga, dengan harapan kesembuhan yang tak kunjung pasti.
Kondisi memilukan ini akhirnya mengetuk kepedulian Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Suyono Wiling. Rabu (29/04/2026), ia datang langsung menjenguk Efendy di kediamannya, didampingi tim medis dari RSUD dr. Sayidiman Magetan.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang prihatin melihat kondisi Efendy yang tak kunjung membaik. Bagi Suyono, ini bukan kali pertama ia datang, namun setiap kunjungan justru mempertegas bahwa Efendy membutuhkan penanganan yang lebih serius.
“Saya sudah beberapa kali ke sini. Kondisinya masih sama, bahkan cenderung memprihatinkan. Karena itu kami berupaya berkoordinasi dengan RSUD agar ada langkah medis lanjutan,” ujar Suyono dengan nada prihatin.
Di dalam rumah sederhana itu, Efendy hanya bisa terbaring, tak mampu bergerak bebas. Keluarga yang merawatnya pun menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran, meski dihadapkan pada keterbatasan.
Respons cepat ditunjukkan RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan menerjunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan langsung. Selain memeriksa kondisi pasien, tim juga berdialog dengan keluarga guna membahas kemungkinan penanganan ke depan.
Dokter Spesialis Saraf RSUD dr. Sayidiman, dr. RR. Paramita Nurina, menjelaskan bahwa kondisi Efendy memerlukan penanganan lebih lanjut yang tidak bisa dilakukan secara optimal di rumah.
“Dari hasil pemeriksaan, pasien membutuhkan tindakan lanjutan di rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap, terutama yang memiliki dokter bedah saraf,” jelasnya.
Namun, upaya tersebut sempat terkendala karena pihak keluarga sebelumnya menolak rawat inap. Akibatnya, penanganan yang dilakukan saat ini masih sebatas untuk mengurangi gejala yang dialami pasien.
“Untuk sementara kami berikan terapi simptomatik, seperti obat kejang, nyeri, dan peradangan. Untuk pemulihan total memang cukup berat,” imbuh dr. Paramita.
Meski demikian, harapan itu belum sepenuhnya tertutup. Pihak RSUD membuka peluang rujukan lanjutan melalui BPJS Kesehatan apabila keluarga bersedia mengambil langkah tersebut.
Suyono menegaskan, kehadirannya adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. Ia memastikan akan terus mengawal upaya penanganan Efendy agar mendapatkan perhatian yang layak.
“Kami tidak ingin ada warga yang terabaikan. Setiap aduan masyarakat akan kami tindak lanjuti semaksimal mungkin,” tegasnya.
Kisah Efendy menjadi potret nyata bahwa masih ada warga yang berjuang dalam keterbatasan, menanti uluran perhatian dan kepedulian. Kunjungan DPRD dan tim medis ini diharapkan menjadi titik awal, agar secercah harapan kembali hadir bagi Efendy dan keluarganya. (Gus)

Tidak ada komentar