Lebaran dalam Sunyi yang Teguh: Makna bagi Kaum Aboge
Di tengah gegap gempita penetapan 1 Syawal yang kerap menjadi perhatian publik, ada sekelompok masyarakat yang menjalani Lebaran dengan cara berbeda: Kaum Aboge. Mereka tidak sekadar “berbeda hari”, melainkan memegang teguh sebuah sistem penanggalan warisan leluhur yang sarat makna, yaitu Alif Rebo Wage (Aboge).
Perbedaan ini kerap dipandang sebelah mata, bahkan tak jarang disalahpahami sebagai bentuk ketidaksatuan. Padahal, dalam konteks kebudayaan dan keyakinan lokal, Aboge adalah cermin keteguhan menjaga tradisi di tengah arus modernitas yang kian seragam. Lebaran bagi Kaum Aboge bukan hanya soal waktu, tetapi tentang keberlanjutan nilai, kesabaran, dan kesadaran spiritual yang berakar kuat.
Dalam sunyi yang mungkin tak seramai perayaan pada umumnya, Kaum Aboge tetap merayakan kemenangan dengan khidmat. Tak ada hiruk-pikuk perdebatan, yang ada justru ketenangan dalam keyakinan. Mereka menunjukkan bahwa esensi Lebaran bukan terletak pada keseragaman tanggal, melainkan pada keikhlasan hati dalam merayakan kemenangan setelah menjalani laku spiritual.
Namun demikian, realitas sosial kerap menghadirkan tantangan tersendiri. Di tengah dominasi penetapan resmi negara, keberadaan Kaum Aboge sering kali luput dari ruang pengakuan yang adil. Di sinilah pentingnya sikap inklusif dari masyarakat luas dan negara untuk menghormati perbedaan sebagai bagian dari kekayaan bangsa, bukan sebagai celah perpecahan.
Lebaran semestinya menjadi momentum mempererat, bukan menyeragamkan.
Kaum Aboge mengajarkan bahwa harmoni tidak selalu lahir dari kesamaan, tetapi dari saling menghargai. Dalam perbedaan hari, tersimpan pelajaran tentang keberagaman yang layak dirawat.
Maka, alih-alih memperdebatkan siapa yang paling benar, Lebaran seharusnya mengajak kita semua untuk kembali pada nilai dasar: saling memaafkan, menghormati, dan merangkul perbedaan. Sebab, pada akhirnya, kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman yang nyata.(**)

Tidak ada komentar