Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Tradisi Labuhan Sarangan 2026 Kembali Digelar, Larung Tumpeng Sarat Nilai Luhur Budaya



Magetan, Lawutv.com -- Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar dalam rangkaian Sarangan Festival 2026. Kegiatan yang ditandai dengan prosesi Larung Tumpeng di Telaga Sarangan ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat Magetan atas berkah alam yang telah diberikan.

Kegiatan tersebut disambut antusiasme pengunjung baik lokal maupun regional, serta dihadiri Jajaran Forkopimda Magetan, Ketua DPRD Magetan Suratno didampingi Ketua Komisi B DPRD Magetan Hj. Rita Haryati, dan juga Kepala OPD terkait. Berlangsung di Telaga Sarangan Magetan, pada Jum'at (16/01/2025). 

Bupati Magetan, Nanik Sumantri dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui Tradisi Labuhan Sarangan, masyarakat diajarkan untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Nilai spiritual, gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dan sesama manusia menjadi inti dari tradisi tersebut.

“Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan kita tanamkan kepada generasi muda, agar tradisi Labuhan Sarangan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan hidup bagi kita semua,” ujar Bupati.

Menurutnya, selain sebagai tradisi budaya, Labuhan Sarangan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata budaya. Kawasan wisata Sarangan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Magetan, namun juga telah dikenal luas sebagai destinasi wisata di tingkat regional maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kabar gembira bahwa Tradisi Labuhan Sarangan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penetapan ini menjadi pengakuan sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Untuk itu Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Tradisi Labuhan Sarangan diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam upaya mempromosikan Magetan sebagai destinasi wisata unggulan yang berkarakter budaya dan berkelanjutan,” ungkapnya. 

Selain itu, Ia berharap pelaksanaan kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, memberikan ruang bagi seniman lokal, serta memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan terhadap kebudayaan daerah.

Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa kemajuan sektor pariwisata harus sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat di kawasan Sarangan untuk melayani wisatawan dengan ramah, jujur, dan penuh tanggung jawab.

“Kepuasan wisatawan adalah kehormatan dan keberkahan bagi kita semua. Untuk itu, mari selalu menerapkan prinsip sapta pesona, yakni aman dalam sikap dan usaha, serta tertib dalam aturan dan harga,” pungkasnya. (Gus)

Posting Komentar

0 Komentar